Langsung ke konten utama

Bagaimana Penulisan "IN SYAA ALLAH" yang Benar?

Ilustrasi oleh Tarbiyah
RIT - BAGAIMANA PENULISAN "IN SYAA ALLAH" YANG BENAR ?

بِسْمِ اَللّهِ الرّحْمن الرّحيم

Huruf "Syin" pada bahasa arab, ditranslate ke dalam bahasa indonesia dengan tulisan "Sy" .
Sedangkan ke dalam bahasa inggris ditranslate dengan tulisan "Sh" .
Jadi, ketika kita menulis:
إن شاء الله
Dalam bahasa indonesia kita menulisnya "In-syaa Allah" .
Sedangkan dalam bahasa inggris kita menulisnya "In Sha Allah".
Adapun dalam bahasa perancis kita menulisnya "In Cha Allah".
Walaupun berbeda-beda cara penulisan dalam bahasa masing-masing, tapi yang dimaksud semuanya adalah sama, yaitu :
إن شاء الله .
Kapan kita salah menuliskan "In-syaa Allah"?
Kita salah jika menyambung antara "In" dan "Sya"
🔹"In = jika
🔹"Syaa-a" = Berkehendak
🔹"Allahu" = Allah .
"In-syaa Allah" artinya = Jika Allah berkehendak, jika Allah mengizinkan, dalam bahasa Arab ditulis seperti ini:
إِنْ شَاءَ اللهُ
(terdiri dari 3 kata)
TAPI ....
Sebagian orang SALAH dalam penulisan, mereka menulisnya : إِنْشَاء الله
(menyambungkan antara "in" dengan "sya").
Mengapa SALAH?
Karena ARTINYA BERBEDA
إِنْشَاء
(dengan disambung antara "in" dan "sya") artinya = MENCIPTAKAN
Jadi ketika kita menulis
إِنْشَاءَ الله
Artinya adalah = MENCIPTAKAN ALLAH
(astaghfirullah).
Jadi yang dimaksud oleh Dr. Ahmed Deedat itu : JANGAN menulis INSHA ALLAH (dlm penulisan bhs inggris) atau INSYA ALLAH (dlm penulisan bhs indonesia), karena jika disambung penulisannya "insha" atau "insya" artinya adalah"MENCIPTAKAN".
Jadi hendaknya tulislah secara terpisah tiga kata tsb:
IN SHA ALLAH (dlm b.inggris)
Atau IN-SYAA ALLAH (dlm b.indonesia)
Agar tercapai maksud dan tujuan kita mengatakan:
إِنْ شَاءَ اللهُ
Yaitu : "Jika Allah berkehendak"
Atau "Jika Allah mengizinkan".
In Syaa Allah Bermanfaat
بَارَكَ اللهُ فِيْك

Source : Umm Al-Qura University
___________________


Post by admin 4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Maulid Rasulullah

Peringatan Maulid Rasulullah sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. Karena aturan-aturan Islam sebagaimana aturan-aturan laintidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara polit...

Petuah Akhir Zaman

RIT - BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5 1. Jaman Nubuwwah (Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW) 2. Jaman Khilafah l (dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra). 3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya). 4. Jaman Jababiro (Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini). Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... --> Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani... Astaghfirullah..... 5. Jaman Khilafah ll (Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosulul...

Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar

RIT - Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar Hikmah,  keutamaan dan kemuliaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar yang artinya : ” Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ”. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Keberkahan lailatul qadar adalah merupakan bagian dari hikmah keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Dimana salah satu malam yang istimewa diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tidak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam Lailatul Qadar jika dibandingkan dengan malam lainnya tentunya tidaklah sama. Disamping hadir di saat malam bulan ramadhan yaitu bulan penuh rahmat dan ampunan. Malam Lailatul Qadar juga memiliki keistimewaan sudah tertulis di dalam Al Qur’an ataupun dalam ha...