Langsung ke konten utama

ANTARA KHILAFAH DAN HIZBUT TAHRIR

Khilafah itu bukan milik Hizbut Tahrir saja, tapi milik umat Islam seluruhnya”. Ungkapan ini benar sekali. Khilafah memang milik umat Islam, bukan milik suatu golongan saja. Namun tak dapat dipungkiri saat ini, apabila kita mendengar kata Khilafah, maka orang akan mengaitkannya dengan Hizbut Tahrir. Atau jika orang bercerita tentang Hizbut Tahrir, maka Khilafah pun jadi salah satu topiknya. Dengan kata lain, seolah-olah Khilafah hanyalah milik Hizbut Tahrir.

Padahal sesungguhnya, Khilafah itu bukanlah milik Hizbut Tahrir saja. Meskipun memang pada kenyataannya, gerakan Islam yang sangat konsisten dalam memperjuangkan Khilafah hanyalah Hizbut Tahrir, namun bukan berarti Khilafah adalah milik Hizbut Tahrir, sehingga kebanyakan orang mengidentikan Hizbut Tahrir dengan Khilafah.

Perlu diingat bahwa Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik Islam, sedangkan Khilafah adalah sistem Pemerintahan Islam. Aktivitas Hizbut Tahrir adalah aktivitas partai sementara aktivitas Khilafah adalah aktivitas Negara. Artinya, Hizbut Tahrir dan Khilafah adalah dua hal yang berbeda.

Pemahaman masyarakat saat ini yang menyamakan atau mengidentikkan Hizbut Tahrir dengan Khilafah tentu memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah sistem Khilafah yang dulunya pernah berjaya dan kemudian dihancurkan -sehingga kaum muslim hari ini kebanyakan tidak tahu-, kini semakin dirindu oleh umat Islam. Terbukti dengan makin banyaknya kaum Muslim yang kembali mengkaji Islam, termasuk kajian tentang Khilafah ini.

Namun, sisi negatifnya ialah membuat orang akan berfikir bahwa Hizbut Tahrir hanya membahas tentang Khilafah, tanpa kajian yang lain, seperti kajian akidah, akhlak, atau ibadah. Padahal, Hizbut Tahrir mengkaji Islam secara kaffah, mulai dari kajian akidah, syariah hingga Khilafah.

Apabila kita meneliti lebih jauh tentang kajian Hizbut Tahrir, maka akan kita dapati bahwa di dalam kitab-kitab kajiannya tidak hanya membahas tentang Khilafah. Nidzomul Islam misalnya, yang dibahas pada bab-bab awal adalah tentang aqidah. Bagaimana jalan menuju iman dan kajian tentang qadha wal qadar. Ada juga pembahasan akhlaq. Dan juga pembahasan-pembahasan lainnya. Sehingga sangat keliru pandangan bahwa Hizbut Tahrir hanya membahas Khilafah tanpa kajian aqidah, akhlak dan ibadah.

Alhasil, tulisan ini dimaksudkan agar tidak ada lagi anggapan miring terhadap Hizbut Tahrir atau pemahaman yang keliru tentang Khilafah. Kami tegaskan kembali, Khilafah adalah kewajiban umat Islam seluruhnya, bukan hanya Hizbut Tahrir. Wallahua’lam.[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Pergaulan dalam Islam

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah : 1. Menutup Aurat Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah. Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 2. Menjauhi perbuatan zin...

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah! Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi. Nggak cuman Zoro,  mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata ter...