Langsung ke konten utama

Ramadhan: Momentum Kebangkitan Umat

Ramadhan sudah di depan mata. Setelah setahun menanti, akhirnya kita bertemu kembali. Alhamdulillah. Lidah ini mengucap syukur kepada Allah. Karena bisa berjumpa dengan bulan yang penuh berkah. Betapa tidak, pada tahun ini mungkin ada keluarga, sahabat, kolega, kawan dan lawan yang sudah tidak lagi bersama kita. Tidak lagi bertemu dengan Ramadhan. Mereka kini telah bertemu Allah, sang pemilik seluruh alam. Maka patutlah kita bersyukur telah diberi kesempatan bertemu bulan Ramadhan.

Ramadhan kali ini tidak jauh berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Umat Islam memasuki bulan Ramadhan dengan berbagai problematika yang kian bertambah. Rohingya masih berdarah, Palestina tetap terjajah, Uzbekistan masih menderita, Indonesia tetap merana dan kaum Muslim lainnya di berbagai belahan dunia masih dalam kubangan sistem kapitalisme yang menampakkan kekufuran yang nyata.

Ramadhan ini adalah Ramadhan ke-96 sejak Khilafah diruntuhkan. Tepatnya pada 1342 H, Mustafa Kamal-agen Inggris menghapuskan Khilafah Islamiyah yang telah tegak dan eksis selama lebih kurang 14 abad lamanya. Sejak itu, umat Islam berada dalam kemiskinan, kebodohan dan kesengsaraan karena kehilangan pelindungnya.

Wahai kaum Muslim! Sudah saatnya kita bangkit. Bulan Ramadhan harusnya jadi momentum kebangkitan Islam. Sebagaimana Al-Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadhan, menjadi titik awal kebangkitan manusia dari zaman jahiliyah menuju cahaya Allah yakni Ad-Dinul Islam. Kebangkitan Islam diawali ketika Rasulullah menerima wahyu pertama surat Al-Alaq ayat 1-5. Dari sanalah Islam bermula memancarkan cahayanya. Kemudian perang Badar. Perang pertama kaum Muslim. Perang ini terjadi pada bulan Ramadhan. Ia juga menjadi momentum kebangkitan Islam terhadap kaum kafir Quraisy. Bisa dibayangkan jika pada saat itu kaum Muslim kalah, maka Islam tidak akan ada hingga hari ini.

Oleh karena itu, jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan kebangkitan Islam. Kebangkitan yang diharapkan bukanlah kebangkitan yang semu, tapi kebangkitan yang hakiki. Yakni kebangkitan Islam yang kedua sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“…akan kembali Khilafah yang mengikuti Manhaj Kenabian” (HR. Ahmad dan Al Bazzar)

Wahai kaum Muslim! Khilafah-lah yang akan membangkitkan kaum Muslimin dari kebodohan, ketertindasan dan keterpurukan seperti saat ini. Khilafah-lah yang akan membebaskan Palestina, Rohingya, dan seluruh negeri Islam, termasuk Indonesia. Khilafah akan mengembalikan Islam kepada tempatnya sebagai rahmatan lil ‘alamin. Mari, bangkitkan Islam di bulan Ramadhan dengan syariah dan Khilafah. Allahu Akbar.[] aph

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika Pergaulan dalam Islam

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah : 1. Menutup Aurat Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah. Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 2. Menjauhi perbuatan zin...

ANTARA KHILAFAH DAN HIZBUT TAHRIR

Khilafah itu bukan milik Hizbut Tahrir saja, tapi milik umat Islam seluruhnya”. Ungkapan ini benar sekali. Khilafah memang milik umat Islam, bukan milik suatu golongan saja. Namun tak dapat dipungkiri saat ini, apabila kita mendengar kata Khilafah, maka orang akan mengaitkannya dengan Hizbut Tahrir. Atau jika orang bercerita tentang Hizbut Tahrir, maka Khilafah pun jadi salah satu topiknya. Dengan kata lain, seolah-olah Khilafah hanyalah milik Hizbut Tahrir. Padahal sesungguhnya, Khilafah itu bukanlah milik Hizbut Tahrir saja. Meskipun memang pada kenyataannya, gerakan Islam yang sangat konsisten dalam memperjuangkan Khilafah hanyalah Hizbut Tahrir, namun bukan berarti Khilafah adalah milik Hizbut Tahrir, sehingga kebanyakan orang mengidentikan Hizbut Tahrir dengan Khilafah. Perlu diingat bahwa Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik Islam, sedangkan Khilafah adalah sistem Pemerintahan Islam. Aktivitas Hizbut Tahrir adalah aktivitas partai sementara aktivitas Khilafah adalah akt...

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah! Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi. Nggak cuman Zoro,  mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata ter...