Langsung ke konten utama

Bagaimana Hukum Memajang Foto di Media Sosial?

RIT - Bagaimana Hukum Memajang Foto di Media Sosial?
Disusun oleh: Ghazali Al-Fatih

بسم الله الرحمن الرحيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagaimana Hukum Memajang Foto di Media Sosial?
Saya tak berani mengatakan tidak boleh, karena itu tidak sama dengan menggambar. Hanya saja saya mengatakan bahwa mereka memasang foto di media sosial;
Pertama, tanya pada diri antum tujuan memasang apa. Apalagi akhwat, akhwat itu fitnah. Kecantikan akhwat hanya untuk siapa? Suami. Kenapa harus dipasang, agar semua laki-laki bisa menikmatinya. Bukan hanya saja perempuan yang awam saja, tapi ternyata yang berhijab besar pun senang juga memasang fotonya di Facebook, di media-media sosial. Entah tujuannya apa, kalau bukan untuk dinikmati oleh para laki-laki. Ingin disebut cantik atau yang lainnya. Atau jomblo yang lagi cari pasangan. Maka untuk wanita tidak boleh. Kenapa? Karena akan menyebabkan laki-laki melihat, sementara Allah menyuruh untuk menundukkan pandangan. Maka dari itu tidak boleh, karena itu juga menimbulkan fitnah.

Sementara foto untuk ktp, ijazah, sim, dan sejenisnya, ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Sesuatu yang haram pun jika sangat dibutuhkan jadi boleh (misalnya babi, ketika tak ada satu pun yang dapat dikomsumsi selain itu, maka boleh dikonsumsi selagi belum menemukan bahan penggantinya). Apalagi sesuatu yang tidak jelas hukum boleh atau tidaknya (memasang foto, terkecuali menggambar benda yang sifatnya hidup dan memajang foto/gambar makhluk hidup di dinding).

Sebelum antum mengupload foto, maka ketahuilah: Penyakit 'ain (rasa iri hati, dengki, atau kekaguman) itu akan mendatangkan bencana (sihir yang nyata) bagimu.  Sesuatu yang bernama iri hati, yang dapat menjangkiti bahkan orang terbaik di antara kalian, jadi berhati-hatilah tentang apa yang akan kau beritahukan (upload) pada mereka. Segala hal yang terjadi padamu, kau memfotonya dan menguploadnya. Bukankah hal itu sering terjadi? Hati-hatilah! Orang-orang kesusahan dan menderita. Kenapa? Karena penyakit 'ain (kedengkian) itu benar. Hadistnya mengatakan: "Kau mengundang orang-orang untuk mendengki kepadamu".

Jadi saudara/saudari, pikirkan sejenak sebelum mengupload fotomu, dan sebelum kau mengupload foto makananmu, dan lainnya. Aku tidak mengatakan bahwa kau harus sepenuhnya menarik diri dari teknologi, tapi yang akan kusampaikan: Pergunakanlah sebaik mungkin (bukan sebagai media memamerkan kelebihan daripada diri serta berbuat maksiat). Gunakanlah sebaik mungkin, tapi jangan gunakan untuk menghancurkan dirimu sendiri. Kau terkadang boleh memberitahu orang lain tentang kebaikan yang kau rasakan, tapi tidak harus semuanya diberitahu, karena sebenarnya kau mengirim 1, 2, 3, sampai 10 foto, sementara sebagian orang yang melihatnya telah hal itu di sepanjang hidup mereka, berusaha menggapainya, sedangkan kau mendapatkannya dengan begitu mudah. Apakah kau pikir mereka akan biasa saja melihatnya? Akan datang suatu saat dalam hidup mereka dimana perasaan mereka mulai berubah terhadapmu.

"Lihatlah orang ini, dia hidup dalam surga dunia", dan mereka tidak tahu masalah yang kau miliki di dunia ini. Aku tidak menyarankannya, tapi bayangkan jika kita mengupload foto-foto tentang hal buruk yang terjadi dalam hidup kita sepanjang waktu. Maka kita akan hidup dalam duka dan kesedihan. Tapi secara alami, manusia ingin memiliki gambaran yang baik tentang dirinya, dia ingin mengupload gambar yang baik, setiap orang begitu. Jadi tidak ada salahnya mengupload gambar yang baik itu, tapi tidak harus mengupload sampai mendetil hal-hal yang terjadi dalam hidupmu. Hal itu cukup antara kau, dan sanak famili yang men-sharenya, dan terkadang jika kau sangat menginginkannya, mungkin kau bisa men-sharenya hanya dengan segelintir kecil orang yang kau pilih.

Semoga Allah Subhanahu wa ta'alaa memberikan kita pelajaran yang indah dan berharga. Dengarlah, kita membicarakan tentang Surah Yusuf, dan kita mulai membicarakan tentang hal-hal yang indah, dan berhati-hatilah dengan siapa kau men-sharenya. Tidak setiap orang akan ikhlas, bahkan orang-orang yang ikhlas terkadang hal itu dapat memasuki hati mereka setelah beberapa waktu, dan hal itu dapat berpengaruh padamu. Jadi jika kau melihat apa yang terjadi, iri hati telah menyelimuti saudara-saudara Yusuf, meskipun mereka adalah putra-putra nabi.

والله علم، و اَلسَّلاَمُ عليكم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Sumber: Jeda Kajian Sunnah dan Lampu Islam (via Youtube)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Maulid Rasulullah

Peringatan Maulid Rasulullah sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. Karena aturan-aturan Islam sebagaimana aturan-aturan laintidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara polit...

Petuah Akhir Zaman

RIT - BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5 1. Jaman Nubuwwah (Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW) 2. Jaman Khilafah l (dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra). 3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya). 4. Jaman Jababiro (Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini). Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... --> Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani... Astaghfirullah..... 5. Jaman Khilafah ll (Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosulul...

Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar

RIT - Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar Hikmah,  keutamaan dan kemuliaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar yang artinya : ” Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ”. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Keberkahan lailatul qadar adalah merupakan bagian dari hikmah keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Dimana salah satu malam yang istimewa diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tidak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam Lailatul Qadar jika dibandingkan dengan malam lainnya tentunya tidaklah sama. Disamping hadir di saat malam bulan ramadhan yaitu bulan penuh rahmat dan ampunan. Malam Lailatul Qadar juga memiliki keistimewaan sudah tertulis di dalam Al Qur’an ataupun dalam ha...