Langsung ke konten utama

Hikmah Dzikir Pagi & Petang

HIKMAH DZIKIR PAGI & PETANG

Hari beranjak sore, seorang bocah habis istirahat nampak duduk di sebuah kursi.

"Dodi, kamu pergi ambil rumput sana, ada di bawah pohon pisang, hati-hati saat menyebrang yah!", sahut ayahnya yang terbaring lemah.
Dikaitkannya jemari pada tuas gerobak miliknya, ia bergegas menuju tempat biasa ayahnya mengambil rumput. Ditengok kiri-kanan, jalan agak ramai, saat jeda kendaraan dimanfaatkannya tuk menyebrang.

Setapak demi setapak ia berjalan, akhirnya ia sampai, satu per satu ikatan tumput ia pindahkan ke gerobak merah itu.

"Jalan ramai, begitu sulit menyebrang dengan membawa rumput ini", pikirnya dalam hati. Ia teringat pada sebuah dzikir pagi dan petang yang biasa ia lantunkan, dibacanya dalam hati sambil mendorong gerobak karatannya mengikuti arah jalan.

-Hasbiyallahu laa illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyl ‘adziim- dibacanya berulang-ulang hingga ia tiba di tempat ia biasa menyebrang.

Sorotnya kiri-kanan, jalan sepi tiada motor atau mobil yang berlalu-lalang. Pujinya dalam hati dengan pemandangan ini, padahal awalnya tadi begitu ramai hingga ia mesti menunggu beberapa saat.

Tak mau kehilangan momen itu, perlahan gerobaknya ia dorong hingga mencapai seberang jalan. Waktu tak terasa lama, ia pun tiba di gubuk kecil milik orang tuanya.

Pesan: Jangan sampai waktu berlalu, tapi amal tak kunjung bertambah. Sungguh tiap detik dari umur kita akan dipertanggungjawabkan kelak.

==================================
Membaca 7x Pagi dan Sore

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Hasbiyallahu laa illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyl ‘adziim

Artinya : Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung”. (Dibaca 7 x)

Catatan kaki :
Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak 7X, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya.
(HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376)).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Maulid Rasulullah

Peringatan Maulid Rasulullah sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. Karena aturan-aturan Islam sebagaimana aturan-aturan laintidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara polit...

Petuah Akhir Zaman

RIT - BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5 1. Jaman Nubuwwah (Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW) 2. Jaman Khilafah l (dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra). 3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya). 4. Jaman Jababiro (Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini). Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... --> Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani... Astaghfirullah..... 5. Jaman Khilafah ll (Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosulul...

Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar

RIT - Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar Hikmah,  keutamaan dan kemuliaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar yang artinya : ” Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ”. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Keberkahan lailatul qadar adalah merupakan bagian dari hikmah keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Dimana salah satu malam yang istimewa diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tidak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam Lailatul Qadar jika dibandingkan dengan malam lainnya tentunya tidaklah sama. Disamping hadir di saat malam bulan ramadhan yaitu bulan penuh rahmat dan ampunan. Malam Lailatul Qadar juga memiliki keistimewaan sudah tertulis di dalam Al Qur’an ataupun dalam ha...