Langsung ke konten utama

WANTED: Peserta Audisi 'Surga Idol'!

Jujur aja aku pengen nanya ke kalian semua. Aku nggak mau nanya dalam hati (emang gue cowok apaan, masak gue cuma ngebatin doang). Kalo boleh aku mau pake toa, speaker atau sound system segede gaban. Sambil berdiri, bila perlu berdiri diatas panggung 3 meter. Aku pengen teriak, biar semuanya denger! "Eh, gaes. Ngapain kalian susah-susah audisi jadi seleb?. Datang jauh-jauh, ngantri, berpanas-panasan, keringetan, dusel-duselan, pegal sama letih nggak dirasain. Semua demi nunggu giliran audisi. Pas dipanggil langsung dech tampil, ngebuktiin diri. Pamer keahlian nyanyi sambil bergaya-gaya di depan juri. Why???"

Jujur aku sedih ngeliatnya. Berderai-derai air mataku, lho kok audisi nyanyi seperti Indonesia Idol, yang ngantri banyak beneeer. Berjubel-jubel, itu punggung panitianya sampe nggak kelihatan! (Yaiyalah, kan pake baju. Xixixi...). Coba dech bandingin sama saat adzan berkumandang, panggilan sholat berjama'ah. Yang hadir berjubel-jubel? Antri sampe ribuan, jutaan, berdesak-desakan? Apakah mereka yang ngantri masuk masjid anak-anak muda?

Duh, kenapa ya audisi-audisi kayak gini tumbuh subur dan senantiasa ada tiap tahun. Dari jaman old sampe jaman now. Sejak jaman millenium sampe millenial. Dari mulai AFI, KDI, Mama Mia, X-Factor, The Voice, Indonesia Idol, dll. Kenapa audisi untuk jadi seleb terus aja bermunculan? Kenapa bukan audisi "Surga Idol" yang mempesona para muda? Audisi jadi artis, sukses dunia dibela-belain. Ngabisin waktu, tenaga sampe duit semua rela. Demi apa?  Sukses hidup di dunia. (Wow....) Giliran audisi sukses akherat, semua pada cuek. Males dikejar, pengennya di dunia hidup enak. Sukses dan kaya raya, kalo udah mati pengennya masuk surga. Tapi, panggilan adzan berkali-kali diabaikan, pas udah iqomah masih aja hape-hapean. Baca Qur'an terbata-bata, pas jadwal majelis taklim di tinggal PS-an. Yang kayak gini mau jadi penghuni surga? Apakah yang kayak ginini yang senantiasa dirindukan surga, Surga Idol? (Ya enggak layauuuww..)

*Ceileee.... Masih aja mau ditipu dunia*

Eh Sob, dunia itu emang menyilaukan. Semua kesenangannya diumbar-umbar apalagi kalo berkolaborasi sama media-media massa. Semuanya bikin silau, kalo nggak kuat iman. Pasti dech bikin tergoda. Siapa sich yang nggak pengen terkenal, siapa sich yang nggak pengen kaya raya. Dan audisi jadi seleb-pun menjadi garansi buat dapetin semua itu dalam waktu singkat. Sekali lagi, duniapun menipumu. Ajang Idol-idolan seperti ini tak lebih dari ajang eksploitasi kemampuan diri (baca: tubuh). Juga sebagai ladang baru buat jadi tambang duit. Ya, semuanya ujung-ujungnya duit.

Masyarakat mau aja di tipu buat nongkrongin tivi. Sabar liat tivi sebab idolanya lolos eliminasi. Suara adzan sampe iqomah ternyata tak mampu buat hati bergeming. Tak beranjak pula kaki engkau, dari depan tivi. Makin banyak yang nonton, iklan makin laris.

Sekali lagi, "Fun" alias kesenangan duniawi membuat kalian lupa. Ngabisin waktu buat hal-hal itu-itu aja. Saat jam sholat tiba, malesnya ikutan datang. Saat jam acaranya tiba, kok yang hadir semangatnya, malesnya ngilang. Akhirnya, kitapun sekali lagi keranjingan sama TiVi.

*Kamukah itu, The Next Surga Idol?*

Jika setiap orang ditanya, "Kamu pengen masuk surga atau neraka?" Pasti jawabannya, surga. Tapi anehnya, saat audisi-audisi calon para penghuni surga. Yang hadir sepi, masih kalah jauh sama Idol-idolan itu. Padahal, kita semua percaya pada hari akhir. Tapi, tak banyak yang berlomba mencari kebahagiaan akherat. Aneh memang, tapi itu nyata.

Sob, surga dan neraka adalah hadiah dari audisi kita disini (baca: di dunia). Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan juga tahun akan senantiasa ada ujian demi ujian. Audisi demi audisi, untuk melayakkan dirimu. Apakah kamu, The Next Surga Idol?.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

_"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."_ [QS. Az-Zariyat: Ayat 56]

Noh kan, udah di kasih rambu-rambunya kalian musti taat, jangan bermaksiat. Tapi, nyatanya malah jarang beribadah, ato bahkan malah nggak pernah. (Enggak kan....). Di suruh sholat males, ngaji ogah. Yang perempuan, di suruh pake hijab enggak mau. Tapi, ikut idol malah nggak pake jilbab. Lekuk tubuhnya di pamerin kemana-mana. Nggak malu, pede atau nggak takut dosa?.

Musik bukan sekedar musik karena semua akan di mintai pertanggungjawaban. Jika kita masih muda, tenaga masih fresh dan semangat masih membara. Ngapain juga kita ngabisin waktu muda kita tuk hal sia-sia. Apalagi kalo kegiatan itu nggak berefek positif pada kehidupan akherat, rugi lah... Pengen masuk surga, pengen jadi idola surga. Tapi, tak pernah berkegiatan yang berpahala dan nambah iman. Bisa masuk surga, mungkinkah?

*Yang harus dilakukan*

Jadi Sob, memang kok kalo audisi menjadi penghuni surga itu pesertanya cuma sedikit. Sebab, itu hanya di peruntukan bagi orang-orang pilihan, manusia-manusia istimewa. Dan kalo mau sukses dengan lolos audisi ini. Insyaallah, hidup kamu bakalan bahagia, baik di dunia maupun di akherat.

Iman kepada Allah dan RasulNya, itu jelas _syarat yang pertama_. Mutlak harus ada pada diri seorang hamba Allah. _Yang kedua_, Harus berilmu. Biar mampu bedakan mana yang baik dan juga buruk, yang halal maupun haram, yang berpahala maupun yang berdosa. Singkatnya, kalian musti sering-sering ngaji dan datengin majelis ilmu. _Ketiga_, sering-sering beramal sholih. Manfaatkan sisa umurmu untuk kegiatan positif dan berpahala. _Keempat_, berdakwah. Sampaikanlah kepada umat manusia kebenaran itu, walau cuma satu ayat. Dan lakukanlah semuanya itu secara ikhlas, lillahi ta'ala.

Oke Sob, dunia ini memang ujian. Ujian bagi orang-orang yang beriman. Janganlah kamu terlena oleh kemilau indahnya dunia. Biarlah mereka-mereka itu, bersusah payah ikut audisi demi sukses di dunia yang hanya sementara ini. Marilah kita berlomba-lomba menyongsong masa depan. Sukses dunia dan juga akherat. Mari, berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.

Oleh: Aziz Rohman

***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKAN SANTRI BIASA

Sosok predator anak, pimpinan pesantren panti Asuhan di Tangerang ini tengah jadi sorotan media. Gimana nggak, figur ayah yang sejatinya pelindung dan pengayom anak asuh malah disalahgunakan untuk memaksa anak-anak santri mengikuti nafsu bejatnya. Ngeri! Dampaknya, masyarakat ada yang punya pikiran negatif dengan pendidikan di Pesantren. Mereka berpikir ulang untuk mengajak anaknya nyantri. Nggak deh. Entar jadi korban lagi. Nah lho! *# Jejak Para Pahlawan Santri* Pondok pesantren sebagai salah satu pilihan tempat menimba ilmu agama tak boleh dipandang sebelah mata. Meski kasus predator anak itu telah mencoreng nama baik pesantren, tapi bukan berarti semua pesantren sama kondisinya. Nggak gitu konsepnya. Itu hanya oknum aja. Karena dari dulu sejak jaman perjuangan kemerdekaan, pesantren menjadi salah satu produsen para pahlawan nasional. Para santri pejuang telah meninggalkan jejak sejarah berjuang mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Mereka diantaranya: *1. KH Hasyim Asyari* Pen...

Tips Bercanda Syar'i

Buat yang gemar bercanda, penting untuk diketahui bahwa Bercanda ada batasan/aturannya. Larangan Bercanda dalam Islam  : 1.      Tidak berbohong Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, ”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, ”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad) Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“ (HR. Abu Dawud dalam kitab Al-‘Adab – 88, bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III: 942 no.4175). Na´udzubillahi mindzalik. Bagi yang senang stand up comedy, suka menarik perhatian dengan bercanda, perlu banget perhatikan… apakah candaan...

Etika Pergaulan dalam Islam

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah : 1. Menutup Aurat Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah. Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 2. Menjauhi perbuatan zin...