Assalamualaikum soub, apa kabar nih? Gak kerasa yah kita udah memasuki bulan Februari. Biasanya sih bulan ini diidentikkan dengan bulan kasih sayang or Valentine Day yang penuh dengan nuansa lope-lope, hehe.
Soub, ada gak di antara kalian yang selalu merayakan Valentine Day tiap tahunnya (hayooo ngakuuu :D) atau ada yang sudah mempersiapkan kado, coklat, bunga, de el el untuk perayaan Valentine Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 nanti?
Mungkin sobat merayakan Valentine Day karena hanya sekedar ikut trend jaman now biar kekinian gitcuuu, tanpa tau seluk-beluk Valentine Day. Nah sub, melalui tulisan singkat ini saya akan ngajak kalian buat kepoin history of Valentine Day and hukum merayakannya . But sebelum kita lanjut, makan dulu cemilannya, itupun kalau cemilannya ada, hehehehe.
History of Valentine Day.
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Nah, soub dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Valentine Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
Soub sekarang kita udah tau kaannn seperti apa sejarah Valentine Day itu sendiri.
Hukum Merayakan Valentine Day
Sejarahnya udah kita bahas. Next, apa sih hukum merayakan Valentino Rossi eh maksud saya Valentine day (hehehe) tentunya dengan sudut pandang Islam.
Dalam pandangan Islam sendiri merayakan Valentine Day hukumya haram alias gak boleh soub, coz Valentine day adalah ritual yang asal muasalnya adalah dilakukan oleh orang nasrani serta orang romawi yang menyembah berhala, dan jika dilihat dari faktanya Valentine Day juga dekat akan perbuatan zina dan campur baur antara cewek dan cowok dalam suatu pesta (kalo pak ustat nyebutnya ikhtilat) dan itu semuaa bertentangan dengan syariat Islam yang kita emban.
Ikut trend masa kini boleh-boleh saja soub, but kita juga harus memperhatikan apakah trend tersebut sesuai dengan aturan agama kita ataw gak, kalau sesuai monggo, tapi kalo gak plisss kita jauh-jauh aja yah.
Sooo, sebagai generasi muslim yang kece-kece sungguh sangat disayangkan jika masih ada yang ikut serta dalam perayaan Valentine Day nanti, bukan cuma itu soub, kita juga gak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Masih ingatkannn soub dengan sabda Rasulullah, “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Wallahu’alam.
#SayNoToValentineDay
By Syah Revolt
(Member of Dakwah Remaja Konawe)
*dikutip dari berbagai sumber
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Soub, ada gak di antara kalian yang selalu merayakan Valentine Day tiap tahunnya (hayooo ngakuuu :D) atau ada yang sudah mempersiapkan kado, coklat, bunga, de el el untuk perayaan Valentine Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 nanti?
Mungkin sobat merayakan Valentine Day karena hanya sekedar ikut trend jaman now biar kekinian gitcuuu, tanpa tau seluk-beluk Valentine Day. Nah sub, melalui tulisan singkat ini saya akan ngajak kalian buat kepoin history of Valentine Day and hukum merayakannya . But sebelum kita lanjut, makan dulu cemilannya, itupun kalau cemilannya ada, hehehehe.
History of Valentine Day.
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Nah, soub dari penjelasan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa Valentine Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
Soub sekarang kita udah tau kaannn seperti apa sejarah Valentine Day itu sendiri.
Hukum Merayakan Valentine Day
Sejarahnya udah kita bahas. Next, apa sih hukum merayakan Valentino Rossi eh maksud saya Valentine day (hehehe) tentunya dengan sudut pandang Islam.
Dalam pandangan Islam sendiri merayakan Valentine Day hukumya haram alias gak boleh soub, coz Valentine day adalah ritual yang asal muasalnya adalah dilakukan oleh orang nasrani serta orang romawi yang menyembah berhala, dan jika dilihat dari faktanya Valentine Day juga dekat akan perbuatan zina dan campur baur antara cewek dan cowok dalam suatu pesta (kalo pak ustat nyebutnya ikhtilat) dan itu semuaa bertentangan dengan syariat Islam yang kita emban.
Ikut trend masa kini boleh-boleh saja soub, but kita juga harus memperhatikan apakah trend tersebut sesuai dengan aturan agama kita ataw gak, kalau sesuai monggo, tapi kalo gak plisss kita jauh-jauh aja yah.
Sooo, sebagai generasi muslim yang kece-kece sungguh sangat disayangkan jika masih ada yang ikut serta dalam perayaan Valentine Day nanti, bukan cuma itu soub, kita juga gak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan.
Masih ingatkannn soub dengan sabda Rasulullah, “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Wallahu’alam.
#SayNoToValentineDay
By Syah Revolt
(Member of Dakwah Remaja Konawe)
***
Yuk gaes... Raih kebaikan dengan kunjungi tautan berikut:
Web - https://dakwahremaja-konawe.blogspot.co.id/?m=1
FB - https://www.facebook.com/Komunitas-Remaja-Pejuang-Islam-Koreapi-865806196912761/
Twitter - https://mobile.twitter.com/koreapi1453?s=09
IG - https://www.instagram.com/remajapejuangislam/
Youtube - https://www.youtube.com/channel/UCTuP7T41bCIuiIiQ_ZmWTzg
Komentar
Posting Komentar