Tak ada hingar-bingar saat pergantian tahun baru Islam. Karena emang Islam nggak ngajarin pesta pora untuk memperingati peristiwa penting dalam kalender Islam. Tapi bukan berarti kita gak boleh berbahagia lho ya.
Makanya di beberapa tempat, umat Islam menggelar parade tarhib muharam sebagai ekspresi kebahagiaan pergantian tahun baru. Ada yang turun ke jalan semacam aksi damai sambil menyampaikan nasihat untuk umat Islam di sepanjang Jalan. Ada juga yang bikin pengajian dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun di beberapa mesjid. Atau pawai obor yang dibawa remaja mesjid keliling kampung. Seru!
Apapun bentuknya, yang penting kita sebagai umat Islam peduli dengan kalender Islam. Jangan sampai kita gak tahu nama-nama bulan Hijriah dan urutannya serta sejarah awal mula tahun baru Islam. Udah hafal kan?
*# Sejarah Penanggalan Hijriah*
Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, bangsa Arab telah menggunakan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. Sistem penanggalan itu disebut sebagai qamariyah, berasal dari nama qamar yang berarti ‘bulan’.
Sampai dengan wafatnya Rasulullah SAW, sistem penanggalan qamariyah tidak mengalami perubahan. Tetap dipakai seperti biasa. Barulah pada zaman khalifah Umar bin Khattab RA, ada kejadian menarik yang memicu diskusi lahirnya kalender Islam.
Pada suatu hari, di sekitar tahun 638 Masehi, Gubernur Basrah Abu Musa al-Asy’ari mengirimkan surat kepada sang khalifah. Isinya dibuka dengan kalimat yang cukup menggelitik: “Menjawab surat Tuan yang tidak bertanggal...”
Kata-kata itu ternyata menarik perhatian Umar RA. Ia pun bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk menggali kemungkinan umat Islam memiliki kalender sendiri.
Ada beberapa usulan. Pertama, patokan awal sistem penanggalan ini merujuk pada “Tahun Gajah”, yakni ketika tentara bergajah menyerang Ka’bah. Momen itu juga istimewa karena menandai tahun kelahiran Rasulullah SAW. Kedua, berpatokan pada masa turunnya wahyu pertama kepada Nabi SAW, yang ketika itu berusia 40 tahun. Ketiga, acuannya adalah tahun wafatnya Rasulullah SAW. Keempat, hijrahnya Nabi SAW dan kaum muhajirin dari Makkah ke Yastrib (Madinah).
Terhadap masukan-masukan itu, Khalifah Umar RA mempertimbangkannya dengan masak. Seperti diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam biografi Umar bin Khattab RA, sang amirul mukminin condong pada usul terakhir, yang konon diajukan Ali bin Abi Thalib RA.
Umar menguatkannya dengan berpandangan bahwa hijrah Rasulullah SAW ke Madinah merupakan suatu peristiwa besar dalam sejarah Islam. Dengan itulah, Allah SWT semakin memperkuat kedudukan Nabi Muhammad SAW dan syiar agama-Nya.
Akhirnya, Umar RA memutuskan yang kemudian disetujui oleh seluruh sahabat, dan dibuatlah kalender Islam dengan nama kalender Hijriah. Penetapannya, dilakukan pada tahun 1 Hijriah atau 17 tahun pasca hijrah nabi (638 Masehi). Gitu.
*# Tahun Ajaran Baru*
Tahun baru Islam kali ini terasa berbeda. Lantaran bertepatan dengan pergantian tahun ajaran pendidikan di negeri konoha, eh negeri ibu Pertiwi. Setelah libur akhir tahun pendidikan, para pelajar kembali ke sekolah. Ada yang pindah sekolah, pindah kelas, atau pindah jenjang Pendidikan.
Pastinya, ada keseruan baru saat pertama menginjakkan kaki kembali di sekolah. Nuansa mager pasca liburan masih terasa tipis-tipis. Ke sekolah cuman untuk melepas kangen aja ama besti. Pengen tahu kelas baru, guru baru, pelajaran baru, tapi kalo harus langsung belajar, entar dulu.
Makanya untuk siswa baru ada agenda MPLS alias Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Biar nggak asing dengan lingkungan barunya. Biar bisa ngikutin aturan baru. Dan biar saling kenal dengan kakak kelas, teman sekelas, penjaga sekolah, sampai mamang-mamang aktivis street food di depan sekolah.
Pasca MPLS, gak ada alasan untuk mager. Begitu juga dengan yang naik kelas. Udah siap-siap menimba ilmu lagi dengan semangat empat lima. Maju terus, pantang kabur!
*# Dongkrak Semangat Belajarmu!*
Idealnya, namanya belajar itu nggak ada matinya dan nggak kenal tempat. Di mana aja kapan aja dan dengan siapa aja, kita bisa belajar. Tapi kenyataannya, banyak godaan yang terkadang bikin semangat belajar kita turun drastis. Ngeliat buku pelajaran hawanya ngantuk. Di kelas, sebelum guru ngajar, bukannya baca doa nuntut ilmu malah baca doa sebelum tidur. Waduh!
Semangat kakak...! Seumur hidup, kita nggak bisa lepas dari proses belajar. Dengan belajar, hidup kita lebih dinamis dan penuh warna serta bisa ngasih manfaat untuk orang lain dari ilmu yang kita pelajari. Berikut beberapa tips yang mungkin bisa mendongkrak semangat belajar kamu yang turun naik kaya roller coaster. Lets cekidot!
Pertama, niat ikhlas-tujuan jelas. Niat ikhlas dalam belajar berarti bukan untuk nipu orang, demi prestasi bin gengsi, atau bikin kerusakan. Tapi untuk dapetin ridho Allah atas manfaat dari ilmu kita. Tujuan belajar juga harus jelas biar kita bisa fokus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan.
Perpaduan niat ikhlas-tujuan jelas bisa menjaga kita dari godaan dalam belajar. Makanya kalo mau dapet ilmu yang berkah, pastinya bukan dengan bolos sekolah atau nyontek saat ujian dong. Bagusnya sih ‘maksain’ hadir di kelas saat pelajaran berlangsung, nanya sama guru biar lebih ngerti, atau nyari bahan pelengkapnya di perpus atau dunia maya. Itu juga kalo kita mau hidup kita maju dan berilmu.
Kedua, jadikan sebagai investasi dunia akhirat. Kerasanya mungkin ngebosenin, tapi sebenernya kegiatan belajar seperti di sekolah penting banget buat hidup kita. Karena setiap hari, lingkungan sekitar kita mengalami perubahan. Dari mulai gaya hidup, tren fashion, dunia hiburan, sampai cemilan viral pun nggak ketinggalan. Kebayang kalo kita males belajar, kita bakal ketinggalan jaman. Malah bisa terjerumus ke dalam kehidupan yang menyengsarakan. Jangan sampai deh!
Makanya Allah ngasih penghargaan lebih bagi orang-orang yang berilmu dan getol menuntut ilmu. Seperti ditegaskan Allah swt dalam firman-Nya :
...dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadalah [58]: 11)
Fix ya, nggak ada alasan buat kita untuk males bin gabut dalam menuntut ilmu. Selagi masih bisa mengenyam pendidikan formal, manfaatkan peluang itu sebaik mungkin. Jangan sia-siakan pengorbanan ortu yang udah biayain ongkos pendidikan kita. Apalagi Menuntut ilmu itu wajib bagi kita selaku muslim dan muslimah (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi).
Dan jangan menyerah kalo ada masalah, karena Allah SWT akan memudahkan jalan para pencari ilmu. Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu (baik ilmu umum maupun ilmu agama, pen.), maka Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
Eh, kayanya bel masuk udah bunyi tuh. Buruan gih masuk kelas. Tahun baru, optimis mengebu-gebu. Semangat kakak…! []
https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-253-tahun-baru-semangat-baru/
Komentar
Posting Komentar