Langsung ke konten utama

MENJADI REMAJA MERDEKA ERA KINI

Merdeka! Satu kata yang terasa sakral di momen Agustusan bagi penduduk Indonesia. Disusul dengan riuh sorak aneka perlombaan. Diiringi dengan lambaian merah putih di setiap sudut kota bahkan sampai ke desa-desa. Terasa sesuka-cita itu nusantara kita dalam siklus tahunan di bulan Agustus. Bagaimana dengan kamu, duhai remaja?

*# Apakah Remaja Sudah Merdeka?*

Kamu generasi yang selalu update dan berselancar di sosial media, pasti tahu dong berita-berita yang lagi viral. Belum reda keriuhan soal legalisasi kontrasepsi di kalangan remaja, terbitlah kebijakan lepas kerudung bagi pasukan pengibar bendera di IKN. Meskipun kabarnya sudah dibatalkan  karena digerudug sama netizen di sosial media. Kamu termasuk yang bersuara atau yang diam-diam aja? Atau malah enggak tahu ada berita seheboh ini? Jangan ya dek ya, kudu update kondisi terkini. Karena nyatanya, kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Mari buka mata lebih lebar lagi. Nyatanya, banyak sekali problematika yang menimpa dunia remaja. Pergaulan bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, LGBT,  HIV/AIDS, narkoba, judol, pinjol, gameol, bahkan obesitas, gagal ginjal, dan cuci darah rutin, jadi musibah yang menerpa dunia remaja saat ini. Banyak banget korbannya, merata se-Indonesia raya. 

Yuk lebarkan mata sedikit lagi. Dulu, para pemuda memperjuangkan kemerdekaan dengan peperangan untuk membumi hanguskan penjajahan. Mereka gugur di medan perang dengan kemuliaan dan kebanggaan. Setelah kata merdeka dikumandangkan dan 79 tahun berlalu, kini justru banyak pemuda yang “gugur” di pembaringan. Gugur karena pergaulan bebas. Gugur karena HIV/AIDS. Gugur karena Narkoba. Gugur karena judol, pinjol, gameol. Gugur karena kgagal ginjal akibat makanan dan minuman yang beracun. Benar aja atau benar banget nih, Guys? Pahit, tapi harus ditelan. Glek!

Kalau begitu, apakah remaja sudah merdeka? Apa makna merdeka bagi kita?

*# Kepoin Yuk Akar Masalahnya*

Kita coba kepoin dulu reminder yang sudah Allah SWT spil sejak 14 abad yang lalu, yuk. Jadi di dalam Alquran, Allah SWT sudah mention kita tentang kerusakan yang terjadi dan apa penyebabnya. Cekidot!

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [QS. Ar-Rum: 41]

Guys, ngerasa enggak sih kalau apa yang Allah SWT spil dalam QS. Ar-Rum ayat 41 ini nyambung banget sama kondisi kita? Di mana kerusakan itu merebak sangat ugal-ugalan. Ternyata sebabnya adalah ulah tangan manusia sendiri. Kata Allah, kerusakan yang tampak hanyalah sebagian saja. Sengaja hanya Allah SWT berikan sebagian saja, agar manusia berpikir dan mau kembali ke jalan yang benar. Guys, meleyot enggak sih sama kasih sayangnya Allah ke kita? Sesayang itu loh. Meski udah jauh banget langkah kita dari jalan-Nya, tapi Allah SWT Maha Rahman dan masih memberikan kita kesempatan. Jangan sampai diskip ya dek, ya.

Btw, apa maksud kata “ulah tangan manusia” dalam ayat tersebut? Ya, maksudnya adalah perbuatan manusia yang menyalahi aturan Allah SWT. Semakin hari semakin jauh dari rambu-rambu yang telah Allah SWT tetapkan.  Tidak lagi merasa risih melakukan kemkasiatan. Malah merasa sangat asing dengan ketaatan. Memang sejauh itu. Hiks!

Guys, lebih mengejutkan lagi, ternyata jauhnya manusia dari aturan Allah SWT itu bukan terjadi begitu saja. Melainkan ada upaya terencana dan disengaja agar manusia semakin jauh dari agama. Biang keroknya ada pada penerapan ide-ide Barat dalam kehidupan kita. Ide kapitalisme yang serba matrealistik berkolaborasi dengan sekularisme (pemisahan agama dalam kehidupan) melahirkan gaya hidup serba liberal (bebas). Jadilah kehidupan ini serba bebas, bablas, bahkan amblas atau binasa. Jauh dari kata merdeka. Bolehkah hal ini terus dibiarkan? Jangan ya dek ya. Harus ada perubahan dan kita termasuk agen perubahan tersebut. Bagaimana caranya berubah? Tidak ada cara lain, kecuali kembali ke jalan yang benar, jalan Allah SWT.

*# Masa Muda Jangan Disia-sia*

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”[QS. Ar-Rum: 54]

Guys, masa muda itu adalah anugrah terindah, kekuatan di antara dua kelemahan. Dua kelemahan itu maksudnya adalah usia bayi dan usia tua. Dua kondisi itu adalah kondisi lemah. Maka jika kita ada di masa muda, kita ada di keadaan kuat. Jangan disia-siakan. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kita harus pahami bahwa remaja Islam itu beda. Memiliki privilege langsung dari Allah SWT. Diantaranya, punya hak menjadi salah satu gologan dari tujuh golongan untuk dapat naungan dari Allah SWT ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Yakni di hari penghisaban kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “...Pemuda yang senantiasa BERIBADAH kepada Allah semasa hidupnya, …” [HR. Abu Hurairah, al-Bukhari, dan Muslim]

Inilah kunci kemerdekaan hakiki kita. Yakni menjadikan kesempatan hidup yang Allah SWT berikan untuk semata menjalankan ketaatan (ibadah). Mari kita install sebanyak-banyaknya pemahaman Islam dalam benak. Agar virus-virus liberalisme dapat disapu bersih dari pemikiran kita. Sehingga pola hidup kita berupa food, fun, dan fashionnya berstandar Islam. Jika sudah demikian, maka bangga kita teriak MERDEKA! Wallahualam. []

https://buletintemansurga.com/buletin-teman-surga-256-menjadi-remaja-merdeka-era-kini/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKAN SANTRI BIASA

Sosok predator anak, pimpinan pesantren panti Asuhan di Tangerang ini tengah jadi sorotan media. Gimana nggak, figur ayah yang sejatinya pelindung dan pengayom anak asuh malah disalahgunakan untuk memaksa anak-anak santri mengikuti nafsu bejatnya. Ngeri! Dampaknya, masyarakat ada yang punya pikiran negatif dengan pendidikan di Pesantren. Mereka berpikir ulang untuk mengajak anaknya nyantri. Nggak deh. Entar jadi korban lagi. Nah lho! *# Jejak Para Pahlawan Santri* Pondok pesantren sebagai salah satu pilihan tempat menimba ilmu agama tak boleh dipandang sebelah mata. Meski kasus predator anak itu telah mencoreng nama baik pesantren, tapi bukan berarti semua pesantren sama kondisinya. Nggak gitu konsepnya. Itu hanya oknum aja. Karena dari dulu sejak jaman perjuangan kemerdekaan, pesantren menjadi salah satu produsen para pahlawan nasional. Para santri pejuang telah meninggalkan jejak sejarah berjuang mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Mereka diantaranya: *1. KH Hasyim Asyari* Pen...

Tips Bercanda Syar'i

Buat yang gemar bercanda, penting untuk diketahui bahwa Bercanda ada batasan/aturannya. Larangan Bercanda dalam Islam  : 1.      Tidak berbohong Abu Hurairah RA menceritakan saat para sahabat berkumpul dalam majelis Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, ”Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, ”Wahai Rasulullah, apakah engkau jua bersenda gurau bersama kami?” maka Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam menjawab,”Tentu, hanya saja aku akan berkata benar” (HR. Ahmad) Rasulullah bersabda: “Neraka Wail bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk melucu (membuat orang tertawa); neraka Wail baginya, neraka Wail baginya.“ (HR. Abu Dawud dalam kitab Al-‘Adab – 88, bab Ancaman Keras terhadap Dusta; hadits no. 3990 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud III: 942 no.4175). Na´udzubillahi mindzalik. Bagi yang senang stand up comedy, suka menarik perhatian dengan bercanda, perlu banget perhatikan… apakah candaan...

Etika Pergaulan dalam Islam

Islam telah mengatur etika pergaulan remaja. Perilaku tersebut merupakan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara, dan dilaksanakan oleh para remaja. Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan adalah : 1. Menutup Aurat Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak boleh kepada jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah. Aurat laki-laki yaitu anggota tubuh antara pusar dan lutut sedangkan aurat bagi wanita yaitu seluruh anggota tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Pakaian yang di kenakan tidak boleh ketat sehingga memperhatikan lekuk anggota tubuh, dan juga tidak boleh transparan atau tipis sehingga tembus pandang. 2. Menjauhi perbuatan zin...