Langsung ke konten utama

WE ARE YOUNG, WE NEED KHILAFAH, NOT DEMOCRACY!!

“Berikan Aku 1 Pemuda, maka akan kugoncang dunia!” Demikian orasi bung Karno pada era 50-60an lalu. Pernah dengar kan? Kalo gak pernah? Ter-la-lu. Hehe.

Yap. Bung Karno emang bener banget. Pemuda punya peran penting dalam setiap perubahan. Dimana ada pemuda, disitu letak perubahan. Mengapa pemuda itu penting banget dalam suatu perubahan? Berikut penjelasannya.

Pemuda itu memiliki potensi yang besar dalam kehidupan, kawan. Dari sisi umur, pemuda itu merupakan usia-usia produktif. Di sana hormon-hormon baru terbentuk sehingga timbul daya yang besar ketika diarahkan kepada perubahan. Beda banget dengan anak-anak yang karakternya belum terlalu muncul atau dibandingkan dengan orang tua. Kamu yang masih muda, pasti lebih kuat dalam hal angkat-mengangkat barang. Iya gak? Jadi, potensi pertama yang dimiliki pemuda ialah umur  dan fisik yang produktif, bro.

Kedua, dari sisi struktural, seorang pemuda udah mulai menunjukkan idealisme dan independensinya di masyarakat. Nah lho? Apa tuh? Idealisme dan Independensi itu bahasa keren dari keyakinan en kemandirian, kawan. Dua hal ini biasanya ditunjukkan para aktivis, baik mahasiswa ataupun pelajar. Terkadang potensi yang kedua ini sering dijadikan alasan para pemuda untuk jadi so tahu, atau so jago bahkan so so an di depan orang yang lebih tua. Akhirnya jadi durhaka ama orang tua. Naudzubillah.

Yang ketiga, pemuda identik dengan sisi intelektualnya. Akal manusia itu mencapai puncak energinya ketika kita di usia muda. Maka tak heran, ide-ide brilian itu dapat hadir dari pemikiran-pemikiran pemuda. Coba bayangkan ide yang diusung Muhammad II ketika menaklukkan Konstantinopel. Pemuda luar biasa ini menyeberangkan 70an kapal dari selat Bosporus ke selat tanduk emas melalui daratan, bahkan harus mendaki bukit galata. Dan spektakuler-nya, penyeberangan tersebut terjadi hanya dalam satu malam. Akhirnya, Konstantinopel dapat ditaklukkan dan Muhammad II diberi gelar Al Fatih yang berarti Sang Penakluk. Subhanallah. Ide yang hebat, bukan?

Dari ketiga potensi pemuda tersebut, tidaklah aneh atau heran apabila pemuda menjadi pioner perubahan dalam setiap zaman. Bahkan di negeri ini, pemuda memiliki peran penting dalam merebut kemerdekaan. Perubahan rezim orde lama ke rezim orde baru merupakan hasil dari aksi pemuda. Keruntuhan rezim Soeharto pun demikian, juga hasil dari pemuda. Reformasi yang diusung pemuda saat itu berhasil membuat bangsa Indonesia keluar dari rezim orde baru yang selama 32 tahun berkuasa di Indonesia.

Gimana dengan sekarang, bro? Pemuda kini kehilangan arah. Ibarat macan yang tertidur, pemuda sekarang asyik dengan kehidupan dunia yang melenakan mereka terhadap perannya sebagai perubah. Seks bebas, narkoba, miras, tawuran, dan sederet kriminalitas lainnya merupakan agenda rutin oleh pemuda sekarang. Bahkan bisa dikata, lebih dari 50% penghuni penjara-penjara di Indonesia ialah pemuda. Ih, ngeri!

Demokrasi yang diterapkan di negeri ini ‘berhasil’ mencabut ‘taring’ dari pemuda. Pemuda sekarang di-ninabobo-kan oleh sistem yang ada. Sistem kufur ini membuat para pemuda merasa tak perlu berbuat apa-apa untuk melakukan perubahan.

Tidak hanya itu, negeri yang katanya kaya-raya ini ‘sukses’ melakukan pembodohan sistematis dalam bidang pendidikan. Sekularisasi pendidikan menghasilkan pelajar-pelajar (baca: pemuda) yang siap dijadikan robot-robot para kapitalis. Merekalah yang nantinya jadi tersangka KPK. Padahal pendidikan merupakan pilar penting dalam mencetak pemuda-pemuda perubah yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Kalo pemuda seperti ini? Apa kata dunia?

Untuk itu, mas bro dan mba sis, pemuda sekarang harus menyadari potensi yang mereka punya. Potensi kita sebagai perubah emang harus disadari. Kemudian menyadarkan pemuda yang lain juga merupakan kewajiban bagi kita yang udah sadar. Bahasa kerennya; Dakwah, kawan!

Contoh teladan yang baik dalam perubahan ialah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Mereka muda dan melakukan perubahan yang besar. Yang mengantarkan umat manusia dari zaman kejahiliaan menuju zaman cahaya Islam. Di barisan Sahabat, ada Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Zubair Al Awwam, Arqam bin Abi Arqam, Zaid bin Haritsah, Mush’ab bin Umair, Abdullah Ibnu Abbas, Khalid bin Walid, de el el.

Pada zaman futuhat atau penaklukan juga tak lepas dari peran pemuda Islam seperti Muhammad Al Fatih (Penakluk Konstantinopel), Thariq bin Ziyad (Penakluk Spanyol), Shalahudin Al Ayyubi (Penakluk Kingdom of Heaven), Saad bin Abi Waqqash (Penakluk Persia), de es be.

Mereka ialah pemuda terbaik pada masanya. Kalo mereka bisa, kita juga bisa. mereka masih muda, kita pun begitu. Mereka punya potensi, kita juga punya. Ya gak? Nah, Potensi pemuda yang besar dan sangat penting ini, harus diarahkan pada perubahan yang benar dan hakiki. Pemuda harus kritis dan solutif terhadap permasalahan serta problematika yang ada di tengah-tengah umat. Dan perubahan yang benar serta solusi yang jitu ialah hanya dengan syariah dan khilafah.

Ya, hanya dengan khilafah perubahan yang diimpikan umat manusia akan terjadi. Karena hanya khilafah yang merupakan metode shahih dalam penerapan hukum Islam. Sementera itu, hanya syariah Islam yang pasti dapat menyelesaikan problematika umat saat ini. Bahkan, yakin dan percaya, hanya Khilafah yang akan melahirkan generasi muda terbaik abad ini.

Oleh karena itu kawan, bergabunglah bersama para pemuda pengusung perubahan besar, yakni perubahan menuju syariah dan khilafah. Karena Khilafah ialah janji Allah dan merupakan bisyarah dari Rasulullah, maka tak ada pilihan lain kecuali memperjuangkanya. Oke? Yuk teriakkan: We are Young, We Need Khilafah, Not Democracy! Allahu Akbar!!![]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Maulid Rasulullah

Peringatan Maulid Rasulullah sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. Karena aturan-aturan Islam sebagaimana aturan-aturan laintidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara polit...

Petuah Akhir Zaman

RIT - BENARKAH KALENDER ISLAM TIDAK SAMPAI 1500 ? PADAHAL SEKARANG SUDAH 1438 H. INI KAJIANNYA Tidak terasa kita hidup dipenghujung Jaman. Rasul SAW Berkata : Jaman itu dibagi 5 1. Jaman Nubuwwah (Jaman kenabian diawali dr Jaman Nabi Adam AS sampai Baginda Nabi Muhammad SAW) 2. Jaman Khilafah l (dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra). 3. Jaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau diindonesia Majapahit, Sriwijaya, Galu dsbnya). 4. Jaman Jababiro (Jaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di Jaman ini). Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/dzolim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)... --> Jaman ini sdh terjadi dan sdg kita jalani... Astaghfirullah..... 5. Jaman Khilafah ll (Jaman yg mana suasana seperi pada Jaman Rosulul...

Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar

RIT - Kemuliaan Keberkahan Keutamaan Lailatul Qadar Hikmah,  keutamaan dan kemuliaan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan tercantum di dalam Al-Qur’an surat Al-Qadar yang artinya : ” Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ”. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Keberkahan lailatul qadar adalah merupakan bagian dari hikmah keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri. Dimana salah satu malam yang istimewa diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tidak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam Lailatul Qadar jika dibandingkan dengan malam lainnya tentunya tidaklah sama. Disamping hadir di saat malam bulan ramadhan yaitu bulan penuh rahmat dan ampunan. Malam Lailatul Qadar juga memiliki keistimewaan sudah tertulis di dalam Al Qur’an ataupun dalam ha...