Langsung ke konten utama

Postingan

APATIS NO, KRITIS YES!

Peran pemuda dalam kebangkitan bangsa nggak bisa dipandang sebelah mata. Banyak ulama sudah mengingatkan akan hal ini. Syaikh Ibn Jibrin bilang, "Pemuda adalah harapan bangsa. Jika pemudanya rusak, maka rusaklah seluruh masyarakat." Begitu juga dengan Imam Al-Ghazali, "Pemuda adalah cerminan masa depan. Jika pemudanya baik, maka masa depan akan cerah." Itu artinya, generasi muda muslim saat ini secara alaminya akan menjadi bagian dari pemegang estafet kepemimpinan umat di masa depan. Kalo pemudanya peduli dan optimis menatap masa depan, insya Allah kebaikan akan diraih negeri ini. Sebaliknya, kalo pemudanya cenderung individualis bin egosentris, ngeri juga ngebayangin wajah Ibu pertiwi di masa depan. Dan yang jadi pertanyaan, apa kabar pemuda muslim saat ini? Masihkah ada harapan kebangkitan Islam kembali terwujud di masa depan sebagaimana dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya? Atau sebaliknya akan kehilangan predikat umat terbaik alias terpuruk tak berdaya? Hmm... gim...

BUKAN SANTRI BIASA

Sosok predator anak, pimpinan pesantren panti Asuhan di Tangerang ini tengah jadi sorotan media. Gimana nggak, figur ayah yang sejatinya pelindung dan pengayom anak asuh malah disalahgunakan untuk memaksa anak-anak santri mengikuti nafsu bejatnya. Ngeri! Dampaknya, masyarakat ada yang punya pikiran negatif dengan pendidikan di Pesantren. Mereka berpikir ulang untuk mengajak anaknya nyantri. Nggak deh. Entar jadi korban lagi. Nah lho! *# Jejak Para Pahlawan Santri* Pondok pesantren sebagai salah satu pilihan tempat menimba ilmu agama tak boleh dipandang sebelah mata. Meski kasus predator anak itu telah mencoreng nama baik pesantren, tapi bukan berarti semua pesantren sama kondisinya. Nggak gitu konsepnya. Itu hanya oknum aja. Karena dari dulu sejak jaman perjuangan kemerdekaan, pesantren menjadi salah satu produsen para pahlawan nasional. Para santri pejuang telah meninggalkan jejak sejarah berjuang mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. Mereka diantaranya: *1. KH Hasyim Asyari* Pen...

REMAJA "KEBAL" DOSA

Check in. Bagi seorang traveler alias tukang jalan-jalan, istilah ini udah familier. Begitu juga dengan seorang pengusaha atau karyawan yang harus keluar kota berhari-hari untuk urusan bisnis. Udah sering check in di penginapan demi tugasnya. Tapi bagi seorang remaja putri usia 13 tahun yang bilang udah biasa check in bareng pacarnya saat ditanya content creator, tentu bikin netizen geleng-geleng kepala. Beragam komentar miring langsung berhamburan memadati linimasa sosial media. Gimana nggak heboh, usia 13 tahun itu sebaya bocil kelas 1 smp. Bisa-bisanya check in dan berasyik masyuk dengan pacarnya di hotel. Ngeri. Dan sialnya, bukan cuman urusan syahwat, belakangan warganet juga dihebohkan oleh perilaku sadis remaja di kota pempek. IS, 16 tahun, bersama 3 orang teman sebayanya tega membunuh dan memperkosa AA (13 thn) karena cintanya ditolak. Sementara di Jakarta, dua remaja putri kakak adik pelajar SMA tega menghabisi ayah kandungnya. Mereka nggak terima dimarahi oleh sang ayah karen...

GUYS, KEPOIN KEAGUNGAN PERADABAN ISLAM, YUK!

Hai Guys, edisi kali ini kita akan bahas soal peradaban nih. Agak gimana gitu yah anak zaman now bahas-bahas peradaban? Eits, jangan puyeng dulu. Dijamin pembahasan kita kali ini bakalan seru dan ngebuka jendela pengetahuan wa bilkhusus tentang Islam yang lebih luas lagi. Kita awali dengan ungkapan seorang sejarawan sains asal Belgia-Amerika, George Sarton. Ia menyatakan bahwa peradaban Islam pada abad pertengahan adalah era yang sangat penting dalam sejarah manusia. Karena menurutnya, saat itulah ilmu pengetahuan menjadi sangat subur. Satu lagi, kita simak yuk pernyataan Bill Gates. Tahu kan siapa Doi? Yaps, Doi adalah pendiri Microsoft, Guys. Lantas apa pendapat Doi terkait peradaban Islam? Bill Gates menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi Islam telah memengaruhi dunia modern secara besar-besaran. Terutama dalam bidang matematika, astronomi, dan kedokteran. Waw! Gimana wahai generasi Islam, malu enggak tuh sama Pakde George dan Pakde Bill Gates kalau kita sampai enggak tahu ...

SI PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS

“Tidak ada malam yang lebih indah bagiku selain malam yang dingin dan gelap, penuh dengan hujan deras, ketika aku berada di barisan depan pasukan, menanti pagi untuk menyerang musuh.” – Sayfullah Quote gacor di atas pastinya keluar dari lisan seorang pecinta perang sejati. Eit jangan salah. Si Cinta perang ini bukan orang yang hobi menumpahkan darah dan mencari masalah. Sebaliknya, dia adalah sosok menakjubkan di sepanjang sejarah kemiliteran dunia Islam. Ia berasal dari suku Quraisy, dari klan Makhzum yang merupakan salah satu suku terkemuka di Mekah. Ayahnya, Walid bin al-Mughirah, adalah seorang pemuka suku Quraisy yang sangat dihormati. Nama lengkapnya adalah Khalid bin Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi. Tahu kan? Khalid bin Walid adalah seorang jenderal besar yang telah membawa pasukan Islam memenangkan berbagai pertempuran. Beberapa di antaranya adalah Perang Mu’tah (629 M); Penaklukan Mekah (630 M); Perang Hunain (630 M) melawan suku Hawazin; Perang Yarmuk (636 M) melawan kekais...

MENJADI REMAJA MERDEKA ERA KINI

Merdeka! Satu kata yang terasa sakral di momen Agustusan bagi penduduk Indonesia. Disusul dengan riuh sorak aneka perlombaan. Diiringi dengan lambaian merah putih di setiap sudut kota bahkan sampai ke desa-desa. Terasa sesuka-cita itu nusantara kita dalam siklus tahunan di bulan Agustus. Bagaimana dengan kamu, duhai remaja? *# Apakah Remaja Sudah Merdeka?* Kamu generasi yang selalu update dan berselancar di sosial media, pasti tahu dong berita-berita yang lagi viral. Belum reda keriuhan soal legalisasi kontrasepsi di kalangan remaja, terbitlah kebijakan lepas kerudung bagi pasukan pengibar bendera di IKN. Meskipun kabarnya sudah dibatalkan  karena digerudug sama netizen di sosial media. Kamu termasuk yang bersuara atau yang diam-diam aja? Atau malah enggak tahu ada berita seheboh ini? Jangan ya dek ya, kudu update kondisi terkini. Karena nyatanya, kita sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Mari buka mata lebih lebar lagi. Nyatanya, banyak sekali problematika yang menimpa dunia...

THE SHARPEST SWORD

“Orang bodoh yang tidak menghargai masa lalu kemungkinan besar akan mengulanginya.” – Nico Robin, One Piece Pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasa ngangkat barbel 10 ton. Wah wah! Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Zoro menggunakan tiga pedang, yang disebut Santoryu. Tiga pedang utamanya adalah Wado Ichimonji, Sandai Kitetsu, dan Shusui (kemudian digantikan oleh Enma). Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi. Nggak cuman Zoro,  mungkin ada juga yang ngefans dengan Kenshin Himura (Rurouni Kenshin). Mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Hitokiri Battousai. Setelah bertobat, dia bersumpah untuk tidak membunuh lagi dan menggunakan Sakabatou (pedang bermata ter...

DARURAT PELAJAR "JUDOL"

Judol ini bukan salah satu cabang olahraga bela diri asal negeri matahari terbit ya. Meski sama-sama sarat dengan teknik ‘bantingan’, tapi lawan yang dibikin teparnya beda. Kalo judo, yang dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang Jujutsu oleh Kano Jigoro tahun 1882 ini mampu mebanting lawan tandingnya dengan tangan kosong maupun senjata pendek dalam jarak dekat. Sebaliknya, kalo judol mampu membanting masa depan, akidah, hingga keharmonisan rumah tangga para pemainnya. Sadiz! Sialnya, negeri kita tercinta ini tengah diancam oleh serangan ‘Dewa Zeus’ yang berslot-slot banyaknya. Judi online makin merajalela dan menyedot dana masyarakat hingga triliuan rupiah. Bayangin aja, Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) nilai transaksi judi online naik sangat fantastis. Pada 2017 nilai transaksi judi online mencapai Rp 2 triliun, 2018 sebanyak Rp 3,9 triliun, 2019 sejumlah Rp 6,2 triliun, 2020 melompat jadi Rp 15,8 triliun, 2021 meningkat drastis hingga Rp 57...

TAHUN BARU, SEMANGAT BARU!

Tak ada hingar-bingar saat pergantian tahun baru Islam. Karena emang Islam nggak ngajarin pesta pora untuk memperingati peristiwa penting dalam kalender Islam. Tapi bukan berarti kita gak boleh berbahagia lho ya. Makanya di beberapa tempat, umat Islam menggelar parade tarhib muharam sebagai ekspresi kebahagiaan pergantian tahun baru. Ada yang turun ke jalan semacam aksi damai sambil menyampaikan nasihat untuk umat Islam di sepanjang Jalan. Ada juga yang bikin pengajian dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun di beberapa mesjid. Atau pawai obor yang dibawa remaja mesjid keliling kampung. Seru! Apapun bentuknya, yang penting kita sebagai umat Islam peduli dengan kalender Islam. Jangan sampai kita gak tahu nama-nama bulan Hijriah dan urutannya serta sejarah awal mula tahun baru Islam. Udah hafal kan? *# Sejarah Penanggalan Hijriah* Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir,  bangsa Arab telah menggunakan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. Sistem penanggalan itu disebut s...

Derita Guru, Ada Apa?

Keadaan pendidikan hari ini semakin saja menunjukkan keprihatinan. Belum lagi maraknya kesenjagan sosial yang terjadi di dalam sistem pendidikan hari ini. Kasus baru-baru ini terjadi di pulau Jawa seorang guru seni meninggal usai mengeluh sakit di leher. Kala itu seorang siswa tidak memasuki jam pelajaran dan guru seni tersebut menegur. Lantas siswa itu tidak menerima dan melakukan tindakan tak mendidik dan menghajar guru tersebut hingga terpental di bangku istirahat sekolah. Itu hanya satu dari sekian. Masihkah kita ingat apa yang terjadi di Sulawesi Selatan tempo hari? Guru harus mendapatkan perawatan khusus setelah tulang hidungnya patah. Fenomena ini semakin menunjukkan bahwa ada masalah dengan sistem pendidikan hari ini. Sekolah yang notabene sebagai wadah regenerasi utama kini menjadi tempat lika-likunya masalah. Inilah dampak semakin jauhnya sistem pendidikan hari ini dengan syariat Islam. Maka guru, siswa dan lainnya akan mengalami kesenjangan. Inilah pentingy...

Kepoin Valentine Day

Assalamualaikum soub, apa kabar nih? Gak kerasa yah kita udah memasuki bulan Februari. Biasanya sih bulan ini diidentikkan dengan bulan kasih sayang or Valentine Day yang penuh dengan nuansa lope-lope, hehe. Soub, ada gak di antara kalian yang selalu merayakan Valentine Day tiap tahunnya (hayooo ngakuuu :D) atau ada yang sudah mempersiapkan kado, coklat, bunga, de el el untuk perayaan Valentine Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 nanti? Mungkin sobat merayakan Valentine Day karena hanya sekedar ikut trend jaman now biar kekinian gitcuuu, tanpa tau seluk-beluk Valentine Day. Nah sub, melalui tulisan singkat ini saya akan ngajak kalian buat kepoin history of Valentine Day and hukum merayakannya . But sebelum kita lanjut, makan dulu cemilannya, itupun kalau cemilannya ada, hehehehe. History of Valentine Day. Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ...

STOP LATAH V-DAY!!!

By the way, gak terasa ya sob, tinggal menghitung jari Januari akan berakhir dan Pebruari cooming soon.  Ssstt... tapi sobat semua kudu hati-hati nih dengan bulan yang satu ini. Kenapa ya?? Ada apa dengan Februari?? Sob, kalian harus tau ini, dan harus melek terhadap momen-momen yang dapat merusak generasi remaja khususnya. Eng-ing-ong... Ternyata di bulan Pebruari ini ada momen V-Day alias Valentine’s Day. Tahu gak apa itu V-Day? Sejenis makanan coklat dengan rasa strawbery plus wangi mawar yang semerbak lagi, siapa sih ya, yang gak tertarik dengan coklat yang dibungkus rapi plus dikasih gratis..tis..tis.. pula, mau banget dong. Nah, ini yang menjadi PR (pekerjaan rutin) buat kamu sob untuk membentengi diri dari hal-hal yang dilarang oleh Islam, karna V-Day adalah budaya barat yang merupakan perayaan Lupercalia yang sangat terkenal di Roma. Perayaan Lupercalia berlangsung dari tanggal 13-18 Pebruari. Lupercalia dianggap sebagai dewa kuburan yang berkaki kambing dan berkepala k...

WANTED: Peserta Audisi 'Surga Idol'!

Jujur aja aku pengen nanya ke kalian semua. Aku nggak mau nanya dalam hati (emang gue cowok apaan, masak gue cuma ngebatin doang). Kalo boleh aku mau pake toa, speaker atau sound system segede gaban. Sambil berdiri, bila perlu berdiri diatas panggung 3 meter. Aku pengen teriak, biar semuanya denger! "Eh, gaes. Ngapain kalian susah-susah audisi jadi seleb?. Datang jauh-jauh, ngantri, berpanas-panasan, keringetan, dusel-duselan, pegal sama letih nggak dirasain. Semua demi nunggu giliran audisi. Pas dipanggil langsung dech tampil, ngebuktiin diri. Pamer keahlian nyanyi sambil bergaya-gaya di depan juri. Why???" Jujur aku sedih ngeliatnya. Berderai-derai air mataku, lho kok audisi nyanyi seperti Indonesia Idol, yang ngantri banyak beneeer. Berjubel-jubel, itu punggung panitianya sampe nggak kelihatan! (Yaiyalah, kan pake baju. Xixixi...). Coba dech bandingin sama saat adzan berkumandang, panggilan sholat berjama'ah. Yang hadir berjubel-jubel? Antri sampe ribuan, jutaan, ber...

Cara Menghidupkan Remaja Masjid

Barangkali ada yang berpikir bahwa ukurah sukses menghidupkan remaja masjid adalah dengan banyak diadakannya berbagai kegiatan masjid yang melibatkan remaja ? Bisa jadi begitu bergantung dengan persepsi apa yang dipakai. Jika awalnya ada sebuah masjid yang remaja masjidnya ada tapi seolah mati karena tidak ada kegiatan, ataupun kalau ada sifatnya hanya insidental seremonial semata. Maka dengan bermunculan secara intensif orang akan beranggapan bahwa remaja masjidnya mulai hidup. – Dan jika yang dipakai adalah tolok ukur ini, maka cukup dengan intensitas kegiatan yang mengatasnamakan remaja masjid sudah dianggap bahwa remaja masjidnya sudah hidup. Apakah cukup ? BELUM. – Keberhasilan dalam semakin mengintensifkan berbagai kegiatan remaja Masjid patut untuk ditingkatkan pada level pemikiran Ideologis. Agar Remaja Masjid tidak sekedar menjadi terlatih menjadi semacam badan Event Organizer ( EO ) semata. Namun juga cakap untuk level inisiator PERGERAKAN Ideologis. Hanya saja memang kita j...

Ada Apa dengan Tahun Baru?

          Hai sobat, malam tahun baru ini mau ke mana? Belum punya rencana? Gini deh, kalo kamu udah punya rencana, atau belum punya rencana tapi pengen ngerayain tahun baru, sebaiknya kamu baca tulisan ini dulu deh. Biar temen-temen ngerti gimana sejarah en hukumnya ngerayain tahun baru dalam Islam. Tentu aja yang saya maksud tahun baru masehi ya. Tahun baru Islam sendiri sih udah lewat. Terus apa untungnya kita tahu sejarah en hukumnya? Ya, tentu biar bisa nentuin sikap dong. Seorang muslim itu ketika hendak berbuat, wajib tahu dulu hukum perbuatannya itu. Supaya apa? Supaya nggak salah jalan, apalagi sampe terperosok ke jurang. Jangan sampe deh.           Tahu kan gimana suasana tahun baru? Ya seperti biasa, dilalui dengan hiruk-pikuk, hura-hura, pesta en kegiatan gaje (nggak jelas) lainnya. Kok gaje sih? Iya. Coba deh, kalo dipikir-pikir, perayaan tahun baru itu udahlah nggak manfaat, dekat dengan maksiat lagi. Sebut aja dari begad...

Renungan Maulid Rasulullah

Peringatan Maulid Rasulullah sejatinya dijadikan momentum bagi kaum Muslim untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru, yakni masyarakat Islam, sebagaimana yang pernah dibidani kelahirannya oleh Rasulullah saw. di Madinah. Sebab, siapapun tahu, masyarakat sekarang tidak ada bedanya dengan masyarakat Arab pra-Islam, yakni sama-sama Jahiliah. Sebagaimana masa Jahiliah dulu, saat ini pun aturan-aturan Islam tidak diterapkan. Karena aturan-aturan Islam sebagaimana aturan-aturan laintidak mungkin tegak tanpa adanya negara, maka menegakkan negara yang akan memberlakukan aturan-aturan Islam adalah keniscayaan. Inilah juga yang disadari benar oleh Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya. Rasulullah tidak hanya menyeru manusia agar beribadah secara ritual kepada Allah dan berakhlak baik, tetapi juga menyeru mereka seluruhnya agar menerapkan semua aturan-aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sejak awal, bahkan para pemuka bangsa Arab saat itu menyadari, bahwa secara polit...